Senin, 21 Maret 2011

Post-traumatic stress disorder (PTSD)

Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah jenis gangguan kecemasan yang dipicu oleh peristiwa traumatis. Kita dapat mengembangkan gangguan stress pasca-trauma saat Kita mengalami atau saksi.

Bencana Gempa dan Tsunami di Jepang..

Gempa dan Tsunami telah meluluh lantakan jepang. Kedahsyatannya Tsunami di Jepang berdampak terhadap terjadinya tsunami mini di negara-negara pasifik, termasuk di Indonesia bagian timur. Memang efek tsunami mini tidak sehebat tusnami jepang. Namun, efek psikologis tsunami cukup besar bagi masyarakat pesisir, khususnya masyarakat yang tinggal didaerah rawan gempa dan tusnami. Masyarakat menjadi trauma dengan tsunami, walau belum pernah mengalami bencana tsunami.

Memang orang jepang sudah terbiasa dengan bencana. Sehingga gempa dan tsunami bukan lagi menjadi hal menakutkan. Meskipun demikian, tsunami telah menebar ketakutan tersendiri, terlebih lagi dengan ancaman bocornya reaktor nuklir. Ketakutan orang Jepang mungkin berbeda dengan orang indonesia.

Pertama, orang jepang tatap merasa tenang ditengah bencana. Sedangkan kita terkadang sering panik jika terjadi bencana. Kedua, Infrastruktur di Jepang telah didesain agar aman dari bencana gempa dan tsunami. Sedangkan infrastruktur di negara kita jauh dari kata aman dari gempa dan tsunami. Ketiga, budaya dan pendidikan di jepang sudang menerapkan sistem mitigasi bencana sebelum datangnya musibah. Sedangkan di negara kita mitigasi bencana baru gencar dilakukan setelah diterpa musibah.

Lambat laun kita akan bisa mengikuti bagaimana cara orang jepang menyikapi gempa dan tsunami. Efek trauma tsunami di masyarakat pesisir pantai barat sumatra barat harus diobati dengan pendidikan bencana secara formal maupun non formal.

Yang terlewatkan dalam bencana gempa dan tsunami di Jepang adalah penanganan aspek sosial dan psikologi dari bencana. Saya akan berusaha membahas dampak- dampaknya dengan kajian psikologi.

Bencana yang mengguncang Jepang (11/3/2011) lalu, sangat terlihat secara kasat mata bagaimana puing-puing dan sisa barang-barang yang tersapu tsunami. Tapi yang paling penting adalah kondisi kejiwaan korban dari bencana tersebut, bagaimana kehilangan keluarga atau orang- orang yang sangat dicintainya.

Banyak orang-orang yang menangis dan menjerit karena kehilangan keluarganya, jiwa mereka terguncang, segala penyesalan pun mereka rasakan. Mereka tidak tahu lagi bagaimana menghadapi hari-hari mereka tanpa orang- orang atau keluarga mereka yang hilang tersapu tsunami. Orang-orang melamun dan kebingungan apa yang harus dikerjakan pasca gempa tsunami tersebut. Banyak yang stress bahkan depresi dan tidak ada lagi semangat hidup, tapi kita sebagai makhluk sosial dan beragama wajib untuk saling membantu dan memberi perhatian serta dorongan semangat.

Kesehatan mental merekalah yang sangat penting diperhatikan, bagaimana mereka mampu menghadapi hari berikutnya pasca gempa tsunami, dan membangkitkan semangat mereka untuk menata kembali hari-hari dan kehidupan mereka. Para pemerintah negara-negara tetangga sigap membantu Jepang atas bencana yang dialaminya. Mereka menyumbangkan bantuan dana dan relawan untuk membantu korban bencana gempa tsunami tersebut.

Referensi:

· Harian KOMPAS, Jakarta Senin (14/3/2011).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar